Senin, 16 Desember 2013

Tenkei Aikidojo Visits Dojo Aikikenkyukai Sunter


Onegai shimasu

 Pada suatu hari di bulan November yang panas dan macet, Tenkei Aikidojo bersama Dojo Mizu mengunjungi Dojo Aikikenkyukai Sunter dalam lanjutan acara “Kunjungan Silaturahmi dan Latihan Bersama”. Dojo Aikikenkyukai Sunter terletak di Jakarta Utara, dekat empang besar yang disebut Danau Sunter. Janjian kumpul di depan Dojo Mayapada jam 6 sore, dengan Senpai Farman, Senpai Anton, dan Dyah. Marcel muncul 35 menit kemudian setelah pulang dari kantor, ganti baju, dandan dulu di kosan. Akhirnya, jam 7 rombongan tiga motor berangkat dari gedung Mayapada menuju Sunter.
 

Senin, 18 November 2013

(ANEKDOT) Tenkei Aikidojo Embukai at Car Free Day – FEUI Support Public Transportation Event

Sabtu, 9 November 2013
Hari ini, H-1 untuk menghadapi salah satu acara besar Tenkei. Kita dapat undangan untuk Embukai di acara Support Public Transportation yang diadakan oleh Fakultas Ekonomi UI.
Hingga sore ini, kita masih melakukan aktivitas rutin yaitu latihan di Dojo Pusgiwa UI, latihan hari ini dibagi menjadi 2 sesi, sesi pertama dipimpin oleh Ardian, dan Sesi ke-2 dipimpin oleh Senpai Juna. Degdegan campur bimbang campur keringetan campur kelaparan campur kehausan karena waktu menunjukkan jam 15.00, belum makan siang dan kita baru selesai latihan. Senpai yang pada hari itu pimpin latihan memang agak kurang perhatian dengan kondisi perut kohai2nya yang kelaparan…Ya Tuhan…

Kamis, 14 November 2013

TENKEI AIKIDOJO GOES TO SHOZEN KAI SEPOLWAN DOJO


Onegai shimasu


Acara “Kunjungan Silaturahmi dan Latihan Bersama Tenkei Aikidojo ke Dojo Lain” kali ini bertempat di Shozen Kai Jakarta Aikido Dojo (Sepolwan Dojo) bimbingan Sensei Rista, yang berada di daerah Pasar Jumat, Jakarta Selatan.

Latihan kali ini dilaksanakan pada jadwal latihan rutin Sepolwan Dojo hari Senin 21 Oktober 2013, dengan dihadiri oleh Sensei Eka, Prama, Kenny, Muhammad, Uci, Rara, Azwar, Ageng, dan Farman dari Tenkei Aikidojo, Fajar dari Mizu Dojo, serta Sensei Rista dan teman-teman Sepolwan Dojo sendiri, dengan jumlah semuanya sekitar 15 orang.

TENKEI AIKIDOJO GOES TO TRANS7 DOJO


Onegai shimasu

Sejalan dengan program bulanan Tenkei Aikidojo yaitu “Kunjungan Silaturahmi dan Latihan Bersama Tenkei Aikidojo  ke Dojo Lain”, kami menerima undangan/ajakan via whatsapp oleh Sensei Robaga untuk berlatih bersama di Trans7 Dojo pada tanggal 16 Oktober 2013. Trans7 Dojo yang berada di sekitar Jl. Kapt. Tendean, Jakarta Selatan tersebut berada dibawah bimbingan Sensei Dzulham (Dan 4). Beliau seorang aikidoka senior yang kurang lebih seangkatan dengan Sensei Eka (ujian shodan bersama di tahun 1995), murid dari Sensei Dede Lesmana (Dan 5).

Rabu, 23 Oktober 2013

Seminar Aikido bersama Wakasensei, Mitsuteru Ueshiba

Yayasan Indonesia Aikikai (YIA) 30th  Anniversary

Pada tanggal 4-6 Oktober 2013 berlangsung Seminar Aikido bersama Wakasensei, Mitsuteru Ueshiba, yang merupakan cicit dari Morihei Ueshiba atau O Sensei. Seminar diadakan di Jogja Expo Center (JEC), di Jalan Raya Janti, Yogyakarta. Beliau mengisi Seminar Aikido, sekaligus dalam rangka merayakan Yayasan Indonesia Aikikai 30th Anniversary.

Tenkei Aikidojo Foto Bersama Tsuboi Takeki Shihan (8th Dan), Wakasensei, Mitsuteru Ueshiba, dan Hironobu Yamada Shihan (8th Dan) Setelah Seminar (6/10).

The Seven Virtues of Bushido


SOURCE: g+ Tenkei Aikidojo (Budhi W.)
Minggu, 13 Oktober 2013

Rules During Practice


“Rules During Training” or Rules During Practice”
They present no ambiguity.
If you can’t or won’t take these seriously you should not be training Aikido.
They have appeared variously in such publications as “AIKIDO” by Kisshomaru Ueshiba,
and; “AIKIDO, The Arts of Self-Defense” by Koichi Tohei Edited by Morihei Ueshiba, revised edition 1961.
…………………..



1.One blow in Aikido can kill. When practicing always obey your instructor and do not use training a time for needless testing of strength.
2. Aikido is an art where one person learns to face many opponents simultaneously. It therefore requires that you polish and perfect each movement to become invulnerable from any direction.
3. Practice with a feeling of joy and exhilaration.
4. The teachings of your instructor constitute only a small fraction of what you will learn. Your mastery of each movement will depend almost entirely on individual earnest practice.
5. Daily practice begins with light movements gradually increasing in intensity; but there must be no overexertion. Even elderly people can practice with pleasure.
6. The purpose of Aikido is to train both body and mind sincerely. Aikido must not be taught to immoral people or used for evil purposes.
…………………..

1. Aikido decides life and death in a single strike, so students must carefully follow the instructor’s teaching and not compete to see who is the strongest.
2. Aikido is the way that teaches how one can deal with several enemies. Students must train themselves to be alert not just to the front, but to all sides and the back.
3. Training should always be conducted in a pleasant and joyful atmosphere.
4. The instructor teaches only one small aspect of the art. Its versatile applications must be discovered by each student through incessant practice and training.
5. In daily practice first begin by moving your body and then progress to more intensive practice. Never force anything unnaturally or unreasonably. If this rule is followed, then even elderly people will not hurt themselves and they can train in a pleasant and joyful atmosphere.
6. The purpose of Aikido is to train mind and body and to produce sincere, earnest people. Since all the techniques are to be transmitted person-to-person, do not randomly reveal them to others, for this might lead to their being used by hoodlums.
…………………..

1) One blow in AIKIDO is capable of killing an opponent. In practice, obey your instructor, and do not make practice a time for needless testing of strength.
2)* AIKIDO is an art in which one man learns to face many opponents simultaneously* and requires therefore that you polish and perfect your execution of each movement so that you can take on not only the one directly before you but also those in every direction around you.
3) Practice at all times with a feeling of pleasurable exhilaration.
4) The teachings of your instructor constitute only a small fraction of what you will learn. Your mastery of each movement will depend almost completely on your earnest practice.
5) The daily practice begins with light movements of the body, gradually increasing in intensity and strength, but there must be no overexertion. That is why even elderly an elderly man can continue to practice without bodily harm but with pleasure and profit and will attain the purpose of his training.
6) The purpose of AIKIDO is to train both body and mind and to make a man sincere. All AIKIDO arts are secret in nature and are not to be revealed publicly nor taught to rogues who will use them for evil purposes.
…………………..

1) One blow/strike is capable of killing. Follow directions of your instructor and don’t needlessly test strength.
2) The ability to face multiple opponents, develops awareness towards all sides.
3) Training atmosphere should be pleasant and joyful.
4) Practice is the primary means to achieve mastery.
5) Training should be natural and reasonable. When this is followed even elderly individuals can develop Aikido’s potentials.
6) The purpose of Aikido is to train mind and body and make an individual sincere.
Morihei Ueshiba

SOURCE: g+ Tenkei Aikidojo (Budhi W.)

Sabtu, 13 Juli 2013

Sejarah Tenkei Aikidojo


          Tenkei Aikidojo adalah kelompok dojo yang berada di bawah bimbingan Eka Machdi Ramdani sebagai Sensei/Guru (4th Dan).  Universitas Indonesia menjadi pusat tempat berlatih Aikido di bawah kelompok Tenkei Aikidojo. Berawal dari tahun 1993, ketika Sensei Eka dan beberapa teman seangkatannya di Dojo Slipi, seperti Senpai Febri, Sensei Rista, dan Senpai Bob sudah berada dalam tingkatan yang dianggap cukup senior, mereka kemudian mengadakan latihan bersama di kampus UI. Awalnya, latihan diadakan di Fakultas Sastra dan dipimpin oleh seorang dosen Program Studi Jepang, Sensei Jonnie Rasmada Hutabarat (saat itu tingkat (2nd Dan) . Ketika itu, Sensei Jonnie hanya bermaksud untuk menyediakan fasilitas untuk berlatih bersama, bukan untuk membuka dojo.
Pada tahun yang sama, Sensei Eka ingin membuat kelompok berlatih di UI dan bermaksud untuk meminta izin dari Sensei Jonnie. Sensei Jonnie mengizinkan, tetapi seiring berjalannya waktu, kesibukan mengajar Sensei Jonnie membuatnya tak lagi sempat memimpin latihan di UI. Sensei Eka dan teman-temannya kemudian berinisiatif untuk tetap mengadakan latihan Aikido. Saat itu, mahasiswa UI yang berlatih Aikido belum ada yang berada dalam tingkat yudansha. Namun, sebagai mahasiswa yang memiliki cukup banyak waktu untuk berlatih Aikido, Sensei Eka berkeinginan untuk membuka dojo di UI. Ia kemudian meminta izin kepada Sensei Kris, gurunya di Dojo Slipi, untuk membuka dojo di UI dan diizinkan.