Jumat, 01 Maret 2019

Tenkei Aikidojo Joining Shinjuku Aikikai Group

Announcement :

Beginning March 1st of 2019 Tenkei Aikidojo will officially be joining Shinjuku Aikikai Group of Tokyo Japan, headed by Susami sensei.

By this decision, Susami sensei hopes that all members of Tenkei Aikidojo will enhanced their spirit in everyday keiko.

Eka sensei's message to all Tenkei Aikidojo's member to support our dojo and keep forging the spirit of aikido as the true budo.


Brief Introduction About Shinjuku Aikikai :

Shinjuku Aikikai dojo is one of the Aikikai honbu branch of dojos that has been established in Tokyo Shinjuku area for 59 years.

Chonan sensei is an instructor dispatched by Shinjuku Aikikai. He has been the dojo's member for 31 years.

Currently the Chairman is Mr. Susami.
He is the sixth Chairman.
He has supported Bali Aikikai since its first establishment.
From now on he will be supporting Tenkei Aikidojo

Please visit Shinjuku Aikikai website at  http://shinjuku-aikikai.com/
Minggu, 20 Januari 2019

Pengumuman Tenkei Tahun Kegiatan 2019

Sehubung dengan dimulainya tahun 2019, dengan ini Tenkei Aikidojo melakukan penyesuaian terkait:
1. Susunan Kepengurusan Tenkei 2019
2. Keputusan Struktur Iuran
3. Struktur Penanggungjawab Dojo dan Dewan Penguji
4. Latihan Wajib / Khusus dan Ujian
5. Jadwal Latihan Sabtu di Universitas Indonesia
6. Agenda Kegiatan Tenkei selama 2019

Terlampir pengumuman lengkap terkait poin-poin di atas


Jumat, 08 Juni 2018

AWARENESS

Artikel ini mengambil sumber utama dari website www.budojapan.com dengan judul yang sama di link :
http://budojapan.com/feature-articles/series-of-budo-essay-vol-3/ untuk bagian pertama http://budojapan.com/feature-articles/%E3%80%90series-of-budo-essay-vol-4%E3%80%91awareness-second-half/ untuk bagian kedua
Ditambah dengan pengalaman pribadi penulis dengan sesama rekan aikidoka.

Artikel pada website tersebut ditulis oleh Kurabe Makoto Shiseido, Soshi kedua dari Gyakute do, yang sekarang lebih dikenal dengan Aiki Jujutsu Gyakute do.

Sebelum membaca artikel tentang Awareness tersebut, ada baiknya membaca artikel beliau pada website yang sama berjudul "Bushido, What Real Bushi-do Means?" pada link:
http://budojapan.com/feature-articles/series-of-budo-essay-vol-5/

Dimana pada artikel tentang arti Bushido tersebut, beliau membedakan pengertian Bushido menjadi dua yaitu sebelum dan sesudah era Tokugawa. Sesudah era Tokugawa, diambil dari buku berjudul Bushido karangan Inazo Nitobe, Bushido melarang tindakan balas dendam kecuali pada kasus balas dendam atas perlakuan yang tidak benar terhadap "atasan" kita. Seorang samurai dapat dan seharusnya melakukan tindakan balas dendam hanya jika atasan/majikan atau orang tuanya disakiti. Apabila anak atau istrinya yang disakiti, dia harus menahan rasa sakit tersebut.

Pada era sebelum Tokugawa, prioritas utama pada Bushido bukan pada atasan/majikan tetapi untuk mempertahankan kehidupan keluarga. Apabila atasan/majikan kita dinilai kurang cakap mengurus daerah dan tidak ada harapan dapat bertahan apabila diserang oleh daerah lain, seorang bushi tidak akan disalahkan apabila melakukan tindakan mengabdi pada atasan/majikan lain. Tentu saja tetap berpegang teguh pada prinsip kehormatan. Yang akan dibela sampai mati apabila atasan/majikan mereka adalah seorang yang terhormat. Pada periode ini mereka dikenal dengan istilah bushi yang berarti seorang ksatria/pejuang. Pada era Tokugawa mereka disebut samurai yang berarti pelayan, dimana untuk mempertahankan kehidupan keluarganya, seorang samurai harus melindungi atasan/majikannya. Walaupun seorang samurai sampai mengorbankan nyawanya untuk melindungi atasan/majikannya, keluarganya akan tetap hidup dibawah lindungan atasan/majikannya tersebut.

Memasuki topik Awareness, mungkin sering kita lihat pada film-film samurai dimana seseorang dapat mengetahui keberadaan seorang penyerang dibelakangnya dan melakukan serangan balasan (walaupun kadang berupa serangan lebih dulu) sebelum si penyerang melakukan serangan. Seorang Bujutsu-ka terkenal bernama Akira Hino pernah mempertunjukkan gerakan menghindari peluru dengan bergerak ke samping sebelum pelatuk ditarik.

Minggu, 11 Februari 2018

Tenkei Aikidojo Membuka Dojo Baru di Area Menteng

Mina-san, ogenki desuka? Halo semuanya, apa kabar?

Sudah masuk tahun 2018 aja nih! Hohoo~

Btw, apa planning kalian ditahun 2018 ini?

Ada ga diantara kalian yang punya rencana latihan aikido?

Bagi kalian yang berminat latihan aikido atau para senpai yang sudah lama ga latihan kemudian punya keinginan buat latihan lagi tapi terkendala oleh jarak tempat latihan yang jauh, don't worry Tenkei Aikidojo punya jawabannya.

Tahu ga sih, sekarang Tenkei Aikidojo membuka dojo baru di area Taman Menteng lho? Jadi selain dojo UI, dojo Mayapada, dojo Wisma Menpora, dan dojo KPK (khusus internal KPK) kalian juga bisa latihan di dojo Menteng.

Setelah diresmikan tanggal 7 Februari 2018 oleh Eka sensei, dojo ini membuka pendaftaran anggota baru. Siapapun boleh bergabung, terutama bagi kalian yang tempat tinggal atau tempat kerjanya disekitar Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.

Lebih fleksibel kan?

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan pendaftaran, kalian bisa hubungi contact person berikut:
Farman: 087860323559
Anton: 08151650026
Ruci: 0818412222

Sampai ketemu di dojo~


Kamis, 28 September 2017

Embukai Gelar Jepang 2017 @PSJ UI #Latepost

Onegaishimasu,

Pada tahun ini Tenkei Aikidojo kembali diundang untuk embukai (demonstrasi) pada acara Gelar Jepang 2017 di Pusat Studi Jepang kampus Universitas Indonesia, Depok, pada tanggal 5 Agustus 2017.

Embukai kali ini sedikit berbeda karena Eka sensei tidak tampil dan hanya mengawasi jalannya embukai. Tim embukai Tenkei Aikidojo kali ini terdiri dari Chonan sensei, Budhi senpai, Muhammad senpai, Dyah senpai, Kemal, Bagus, Rara, Adi, Iim, Haikal, Inne, Fia, Rendi, dibantu tim pendukung yang terdiri dari mbak Endah, Amel, Juni, Juna senpai, Dita senpai, Harumi, dan rekan-rekan Tenkei lainnya.

Penampilan pertama dibuka oleh Iim dengan teknik-teknik untuk Woman's Self Defense (WSD), dilanjutkan dengan jiyu waza embu (demo teknik bebas dengan serangan yang sudah ditentukan) ditampilkan oleh Rara, Budhi senpai, Farman, dan Chonan sensei, sebelumnya diselingi dengan penampilan Jo suburi (latihan gerakan dasar yang diulang-ulang menggunakan tongkat kayu) dan Jo kata (rangkaian gerakan dasar menggunakan tongkat kayu), dan terakhir atas permintaan MC kami mengundang penonton yang ingin mencoba beberapa prinsip-prinsip badan dan gerakan aikido yang didampingi oleh Muhammad senpai.

Setelah acara embukai, acara dilanjutkan dengan jalan-jalan dan makan bersama di Margo City Depok.

Semoga embukai Tenkei Aikidojo pada GJ UI kali ini dapat bermanfaat bagi semua sehingga dapat menjadi acara rutin tahunan.

Berikut beberapa foto dokumentasi acara tersebut.


Sebelum tampil (1)

Sebelum tampil (2)

Sebelum tampil (3)
Dyah senpai dengan uke Iim dan Inne


Chonan sensei dengan uke Budhi senpai, Adi, dan Farman

Budhi senpai dengan uke

Dyah senpai dengan uke Iim

Dyah senpai dengan uke Iim

Chonan sensei dengan uke Adi

Chonan sensei dengan uke Adi

No caption needed 

...yang serius dan yang bercanda

Dyah senpai dengan uke Iim

@Margo City (1)


Chonan sensei dan mbak Endah @Margo City

@Margo City (2)

Arigatou Gozaimashita

 


Embukai Hari Kemerdekaan RI ke 72 #Latepost

Onegaishimasu

Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 72 pada tanggal 17 Agustus 2017, Tenkei Aikidojo diundang untuk embukai (demonstrasi) setelah upacara kemerdekaan di gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yaitu Gedung Merah Putih di Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Pada kesempatan ini kami menghadirkan Eka sensei, Budhi senpai, Anton senpai, Prama senpai, Rara, Kemal, Iim, Obi, mbak Harni, mbak Wide, dan Farman. Tidak kalah pentingnya adalah tim dibalik layar yang terdiri dari Pak Nanang, Pak Wahid, dan mbak Elis serta dukungan rekan-rekan Tenkei dan KPK lainnya.

Alhamdulillah embukai berjalan lancar dan diharapkan Tenkei dojo di KPK dapat diaktifkan kembali. Seperti idiom yang sering kita dengar, "a picture is worth a thousand words", berikut foto-foto pada saat acara embukai yang diharapkan dapat menggambarkan kemeriahan acara tersebut.

Tim embukai Tenkei Aikidojo bersama pimpinan KPK yang hadir

Photo booth 1

Sebelum tampil

Bersama pimpinan KPK (2)

Photo booth (2)

Eka sensei

Rei awal akan tampil

Arigatou Gozaimashita
Jumat, 11 November 2016

MUDANSHA EXAMINATION AND TENKEI AIKIDOJO 16TH ANNIVERSARY 03 SEPTEMBER 2016



Life is growth. If we stop growing, technically and spiritually, we are as good as dead.
-Morihei Ueshiba-

Rajin berlatih dan ujian kenaikan tingkat  adalah salah satu cara untuk kita berkembang menjadi manusia lebih baik.


Sabtu, 03 September 2016  Di hari yang special ini Tenkei Dojo menggelar acara MUDANSHA  EXAMINATION dan TENKEI AIKIDOJO 16TH ANNIVERSARY.

Acara dimulai pada jam 09 pagi – selesai  bertempat di  kampus UI depok,  Wisma Makara lantai 02 ruangan Mawar.
Ujian ini diikuti oleh para peserta dari Tenkei Dojo antara lain Mayapada Dojo, Ragunan Dojo, Universitas Indonesia (UI) Dojo, dan Pasar Minggu Dojo.

Yang diujiankan adalah Kyu 05 sampai dengan Kyu 1 dengan total peserta 24 orang.
Semakin tinggi tingkatan semakin banyak dan bervariasi pula waza yang diujikan.
Para peserta telah melakukan persiapan kurang lebih 02 bulan sebelumnya dengan materi – materi ujian yang telah tersedia.

Jerih payah semua peserta terbayarkan dengan hasil yang menggembirakan  karena hasil yang luar biasa semuanya LULUS.


Berikut foto – foto pelaksanaan Mudansha Examination dan perayaan hari jadinya Dojo Tenkei ke-16:

Para Dojo cho (penilai ujian) dan peserta ujian

 

Proses ujian