Tampilkan postingan dengan label Philosphy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Philosphy. Tampilkan semua postingan
Minggu, 06 Maret 2016

Peran Sempurna Seorang Uke

Salah satu pondasi dalam mendalami aikido adalah menjadi seorang uke. Uke memegang peranan penting ketika nage mengesekusi sebuah waza. Sukses tidaknya waza yang dieksekusi tergantung dari sikap uke sebagai penerima waza. Karena peran itulah, menjadi seorang uke tak bisa asal-asalan.

Nah, bagaimana menjadi seorang uke yang sempurna? Bagaimana seharusnya sikap uke saat menerima waza dari nage?

Berikut saya kutip sebuah artikel yang ditulis oleh Javier Dominguez di kolom www.aikidodeshi.org berjudul The Perfect Uke, yang menguraikan pengalamannya tentang bagaimana seharusnya menjadi seorang uke. Selamat membaca, Aikidoka!
Minggu, 31 Mei 2015

Aikido Columns “It Had to Be Felt” dari Aikiweb

Dimulai dari tulisan ini, saya akan mencoba menerjemahkan kolom–kolom “It Had to Be Felt” dari website www.aikiweb.com yang dipelopori oleh Ellis Amdur (seorang praktisi beberapa macam budo dan beladiri cina). Kemudian atas permintaan beliau atau atas keinginan tiap-tiap kontributor, semakin banyak yang berkontribusi dalam kolom tersebut.

Kolom–kolom tersebut mendeskripsikan pengalaman pribadi tiap-tiap praktisi saat mengalami secara langsung menjadi uke (taking ukemi) dari para tokoh aikido. Menurut ucapan Ellis Amdur secara langsung : “ I would like to be part of something that, collectively, is … for some time, even decades, the aikido community will have a resource in which people can, for example, look up and read what it was like to grab Tada Hiroshi or Kuroiwa Yoshio, all these wonderful teachers who are now gone, or whom you will perhaps have no chance to meet. There were giants on the earth in earlier days – perhaps we can, at least, get a felt sense of what it was like to work directly with them through people’s memories”