Jumat, 18 Maret 2016

Mudansha Grading 2016 (Semester Pertama)

Sabtu pagi, 30/01/2016, Tenkei Aikidojo menggelar Mudansha Grading di Gedung Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK), Kuningan - Jakarta Selatan. Mudansha Grading adalah ujian kenaikan tingkat Kyu yang dilaksanakan dua kali setiap tahunnya. Ujian ini diikuti oleh para peserta dari Dojo Tenkei antara lain Dojo Mayapada, Dojo GOR Ragunan, Dojo Universitas Indonesia (UI), dan Dojo KPK.

Pukul sembilan pagi ruang auditorium (tempat pelaksanaan ujian) mulai tampak penuh. Rata-rata peserta ujian datang lebih awal agar mereka bisa melakukan latihan singkat, menyiapkan waza yang diujikan.

tumblr_inline_o20kzu98YC1t2t4rp_540.jpg (540×378)
Formulir Ujian Kenaikan Kyu

Minggu, 06 Maret 2016

Peran Sempurna Seorang Uke

Salah satu pondasi dalam mendalami aikido adalah menjadi seorang uke. Uke memegang peranan penting ketika nage mengesekusi sebuah waza. Sukses tidaknya waza yang dieksekusi tergantung dari sikap uke sebagai penerima waza. Karena peran itulah, menjadi seorang uke tak bisa asal-asalan.

Nah, bagaimana menjadi seorang uke yang sempurna? Bagaimana seharusnya sikap uke saat menerima waza dari nage?

Berikut saya kutip sebuah artikel yang ditulis oleh Javier Dominguez di kolom www.aikidodeshi.org berjudul The Perfect Uke, yang menguraikan pengalamannya tentang bagaimana seharusnya menjadi seorang uke. Selamat membaca, Aikidoka!
Sabtu, 20 Februari 2016

Awarding Kyu Certificates at Tenkei Aikidojo UI

Sabtu, 20 Februari 2016

Sesi latihan Aikido hari ini diakhiri dengan peristiwa yang jarang terjadi, yakni pemberian sertifikat kepada para murid yang telah lulus ujian kenaikan tingkat. Sertifikat sebagai simbol kenaikan tingkat diberikan kepada murid yang berhasil naik ke tingkat selanjutnya, dari tingkatan mereka yang sebelumnya. Misalnya, murid yang sebelumnya berada di tingkat Kyu 6, setelah lulus ujian naik ke tingkat Kyu 5. Murid yang sebelumnya berada di tingkat Kyu 5, setelah lulus ujian naik ke tingkat Kyu 4. Begitu seterusnya.

Sedikit penjelasan, sistem tingkatan yang harus dilalui oleh seseorang yang mempelajari Aikido hampir sama dengan yang dilalui oleh praktisi seni beladiri asal Jepang lainnya, yaitu sistem Kyu (mudansha, tidak memiliki dan) untuk tingkat dasar dan Shodan (yūdansha, memiliki dan = ahli) untuk tingkat mahir. Praktisi yang berada di tingkat Kyu 6 sampai Kyu 4 mengenakan sabuk putih, sementara praktisi yang mencapai tingkatan Kyu 3 sampai Kyu 1 mengenakan sabuk cokelat.

Jumat, 12 Februari 2016

First Debut for New Members


Seperti biasa, pendaftaran Tenkei Aikidojo UI kembali dibuka setiap awal tahun. Peminatnya pun berasal dari beragam fakultas, baik mahasiswa S1, mahasiswa S2, bahkan dari luar UI sekalipun. Gairah untuk berlatih pun bertambah seiring dengan bergabungnya anggota baru di Tenkei Aikidojo UI.

Kamis sore, tanggal 11 Februari 2016 menjadi momen yang pas bagi kawan-kawan anggota baru untuk melakukan debut latihan mereka di atas matras. Cuaca yang cerah seolah pertanda bahwa sore ini memang didedikasikan untuk berlatih bersama anggota baru di tempat latihan Tenkei Aikidojo UI yang berlokasi di Pusat Kegiatan Mahasiswa UI (Pusgiwa).

Sebagaimana layaknya latihan pertama, kawan-kawan anggota baru difokuskan untuk mempelajari semua basic dalam Aikido. Teknik-teknik seperti Tenkan, Ukemi, dan Kaiten dipraktekkan saat pemanasan. Durasi latihan yang biasanya 2 jam per hari pun, digunakan 50%-nya untuk pemanasan.

Sabtu, 02 Januari 2016

It Had to Be Felt #2: Chasing waka Sensei


Berikut adalah terjemahan lanjutan dari kolom–kolom “It Had to Be Felt” dari website www.aikiweb.com yang ditulis oleh Ellis Amdur dan praktisi Aikido lainnya.




#2 Mengejar Waka Sensei, oleh Ellis Amdur

Minggu, 31 Mei 2015

Aikido Columns “It Had to Be Felt” dari Aikiweb

Dimulai dari tulisan ini, saya akan mencoba menerjemahkan kolom–kolom “It Had to Be Felt” dari website www.aikiweb.com yang dipelopori oleh Ellis Amdur (seorang praktisi beberapa macam budo dan beladiri cina). Kemudian atas permintaan beliau atau atas keinginan tiap-tiap kontributor, semakin banyak yang berkontribusi dalam kolom tersebut.

Kolom–kolom tersebut mendeskripsikan pengalaman pribadi tiap-tiap praktisi saat mengalami secara langsung menjadi uke (taking ukemi) dari para tokoh aikido. Menurut ucapan Ellis Amdur secara langsung : “ I would like to be part of something that, collectively, is … for some time, even decades, the aikido community will have a resource in which people can, for example, look up and read what it was like to grab Tada Hiroshi or Kuroiwa Yoshio, all these wonderful teachers who are now gone, or whom you will perhaps have no chance to meet. There were giants on the earth in earlier days – perhaps we can, at least, get a felt sense of what it was like to work directly with them through people’s memories”

Senin, 04 Agustus 2014

TENKEI AIKIDOJO KPK (KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI)


Onegai Shimasu


Tanpa terasa saat ini sudah memasuki bulan kelima Tenkei Aikidojo membuka dojo barunya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan. Menceritakan sedikit tentang sejarah dibukanya dojo tersebut tidak bisa lepas dari peran murid-murid Eka Sensei dari Tenkei Aikidojo UI. Dimulai dari pertemuan santai antara Eka Sensei dan Fahmi, salah satu murid Tenkei UI yang mulai latihan sekitar tahun 2009, tetapi saat ini karena kesibukannya sehingga tidak bisa rutin latihan, ide pembukaan dojo Tenkei yang baru pun tercetus. Fahmi mengusulkan pembukaan dojo di beberapa tempat yang dapat dibantu untuk pengurusannya antara lain PTIK, KPK, Paspampres, Kopasus, dll.

Minggu, 20 Juli 2014

Latihan dan Buka Puasa Bersama di Tenkei Aikidojo GOR Ragunan




Alhamdulillah seperti biasa setiap tahunnya Tenkei mengadakan acara latihan dan buka puasa bersama (19/07), dan untuk tahun ini buka puasa diadakan di Dojo GOR Ragunan. Dojo ini belum terlalu lama, mungkin baru sekitar 7 bulan kalau tidak salah, tempatnya enak dan terluas di antara empat dojo Tenkei Aikidojo lainnya. Kalau secara subjektif, saya bilang sih, tempatnya paling enak deh, ukemi bisa full, matras super empuk :D


Senin, 02 Juni 2014

Latihan Bersama di Bulan Mei


Sabtu pagi (15/05) yang cerah, mengawali persiapan latihan bersama kami. Persiapan kami dimulai bersama-sama mengangkat matras ke tempat latihan. Matras telah tertata rapi di dekat ruang Carrier Development Center Pusgiwa UI. Latihan pun dimulai pukul 10.30 pagi. Latihan dipimpin oleh Prama Senpai dengan teknik Morote dori Tenkan dan Morote dori Kokyu Ho

Selasa, 22 April 2014

AIKIBUDO RESTRAIN & REMOVAL WORKSHOP TOUR


Onegai Shimasu

Pada tanggal 5 April 2014 Tenkei Aikidojo berpartisipasi menghadiri Aikibudo Restrain & Removal Workshop Tour yaitu seminar beraliran Yoshinkan Aikido yang diselenggarakan oleh Aikido Shudokan Indonesia  di bawah bimbingan Mark Hadiarja Sensei (4th Dan). Workshop-nya sendiri dipimpin oleh 2 orang shihan dari Yoshinkan Aikido yaitu Robert Mustard Sensei (7th Dan) dan Joe Thambu Sensei (7th Dan).

Poster Aikibudo Workshop (courtesy Aikido Shudokan Indonesia and Google)


Sedikit pengenalan tentang Yoshinkan Aikido, aliran tersebut merupakan aliran yang didirikan oleh Gozo Shioda Soke (10th Dan). Sepengetahuan penulis, Gozo Shioda Soke adalah salah satu murid O’Sensei Morihei Ueshiba yang cukup lama mengikuti sang guru, dimulai dari sebelum Perang Dunia II sampai setelahnya. Catatan terakhir tentang tingkatan beliau adalah 9th Dan Aikido diuji oleh O’Sensei sendiri (saat itu tingkatan seorang murid ditentukan langsung oleh O’Sensei dengan cara beliau sendiri, ada yang diuji dengan ujian resmi, ada yang langsung diberikan tingkatan tertentu). Aliran Yoshinkan terkenal dengan pola latihan yang lebih terstruktur dengan beberapa basic kata yang disebut Kihon Dosa, dengan pola latihan yang sedikit lebih “keras” dibandingan aliran Aikikai atau aliran Aikido lainnya, Yoshinkan Aikido banyak diterapkan di kepolisian ataupun  institusi kedinasan lain yang lebih dekat dengan militerisme.
Sabtu, 05 April 2014

5th Aikido Seminar With Ichiro Shishiya Sensei ( 7th Dan Aikikai)


  Onegai shimasu
Setiap seminar Shozen Kai Aikido yang dibimbing oleh Sensei Ichiro Shishiya sangat sayang  jika dilewatkan. Hal tersebut disebabkan beberapa alasan, antara lain karena Shozen Kai Aikido dipimpin oleh Sensei Rista dan Sensei Dedy yang bisa dikatakan mempunyai sejarah panjang dengan Tenkei Aikidojo (seperti sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya, Sensei Rista bersama Sensei Eka yang mengawali dimulainya latihan aikido di UI dan sampai saat ini juga masih sesekali mengajarkan ken dan jo suburi di Dojo UI, Sensei Dedy juga merupakan rekan sesama aikidoka yang dahulu sering berlatih bersama), dan yang tidak kalah pentingnya adalah Shozen Kai Aikido lebih fokus pada aikido yang dikembangkan oleh Sensei Shoji Nishio (Dan 8 Aikikai), yang mempunyai bentuk teknik berbeda dengan yang biasa dilatih di Tenkei Aikidojo.
Senin, 03 Maret 2014

くりかえし | Kurikaeshi


  Repetition
 Masih inget banget, tujuh tahun yang lalu, pertama kali saya latihan di Tenkei Aikidojo UI. Waktu itu, Sensei Eka masih galak-galaknya J . Tiga bulan pertama yang dilakukan cuma angkat matras abis itu ukemi terusss... sampe selesai latihan angkat matras lagi (-.-)”. Dalam hati, iri juga liat senpai-senpai bisa praktekin waza. Bosen? pasti...Pegel? apalagi. Pokoknya diulang-ulang terus rutinitas latihan ukemi di pojok matras dari mulai latihan sampe selesai. Waktu itu bingung sambil mikir, konyol juga ya mau latihan Aikido eh, malah disuruh guling-guling nggak jelas terus-terusan.... pokoknya beda dengan kondisi sekarang...

TENKEI AIKIDOJO 2013-2014 : CATATAN AWAL TAHUN


…and in the end, it’s not the years of your life that count. It’s the life in your years
---Unknown quote of wisdom


Mengawali tahun 2014, ada baiknya kita melihat kembali apa yang sudah kita lakukan pada tahun-tahun sebelumnya, dan apa yang akan kita lakukan pada tahun ini serta tahun-tahun berikutnya. Hal ini kita lakukan agar kita dapat menjalani kehidupan yang terus-menerus mengalami perbaikan. Karena, seperti kutipan di atas yang kurang lebih terjemahannya adalah “…pada akhirnya, bukan tahun-tahun dalam kehidupan kita yang dihitung, melainkan (bagaimana kita menjalani) kehidupan dalam tahun-tahun yang kita lewati”.

Minggu, 23 Februari 2014

Ujian Kenaikan Tingkat Mudansha


Peserta ujian tampak memenuhi matras. Mereka duduk seiza berjejer rapi mengenakan gi.  Dengan wajah sedikit tegang, mereka siap untuk menghadapi ujian hari itu. Ujian Mudansha pagi itu dimulai pukul 10.30 WIB di Aula Setyaningrum lantai 2, Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa) Universitas Indonesia.
Senin, 03 Februari 2014

Latihan Perdana Tenkei Aikidojo di GOR Ragunan

Sabtu, 25 januari 2014 latihan di Tenkei Dojo Universitas Indonesia (UI) sudah berlangsung dipimpin oleh Ardian. Saya baru tiba di dojo pada jam 10.30 lebih. Karena ada sedikit urusan di Margonda, Depok. Sekitar jam 11.00, baru saya yang memimpin latihan (kelihatan wajah Ardian yang sumringah, akhirnya ada senpai-nya yang pimpin latihan hehe). Latihan berlangsung sampai dengan jam 12.00 siang. 

Kamis, 23 Januari 2014

Kunjungan dan Latihan Bersama Awal Tahun di Dojo Aikikenyukai Koshinkan Cipete



Musim hujan di bulan Januari yang nggak kunjung henti, nggak menyurutkan semangat dan langkah kami. Sepertinya matahari masih malu-malu untuk keluar hari itu. Hujan hari itu datang dan pergi. Kadang gerimis, kadang reda, kemudian gerimis lagi. Untung hanya gerimis. Gerimis membawa kami berkunjung ke Dojo Cipete untuk silaturahmi dan latihan bersama.
Sore hari (18/01), setelah latihan di Tenkei Aikidojo UI berakhir, kami mengadakan rapat kecil, bisa dibilang begitu. Rombongan kecil kami terbagi dua. Rombongan cewek dan cowok. Rombongan cewek: saya dan senpai Rara. Rombongan cowok: senpai Ardian dan senpai Azwar. Rombongan cewek berangkat naik kendaraan umum. Rombongan cowok naik motor berboncengan, romantis sekali mereka. :p

Kamis, 16 Januari 2014

The Ego

Ohayouu... Apa kabar? Semoga tetap semangat yah latihannya . Kali ini kita akan membahas salah satu tujuan berlatih aikido. Di aikido, Sensei sering kali mengingatkan kita untuk selalu mempertahankan center dan memperkuat tanden supaya energi Ki dapat mengalir dengan lancar sehingga Aiki bisa muncul. Sensei Eka pernah memberikan wejangan mengenai tujuan melatih tanden (dalam hal ini yang dimaksud adalah seika no itten, seika tanden atau kikai tanden. -Red) dalam aikido adalah untuk melatih ego kita. Rupanya, tanden (baca: Seika Tanden), yang terletak kira-kira 3 (tiga) jari di bawah pusar, adalah pusat keseimbangan, pernapasan, dan body awareness. Tanden sering dideskripsikan sebagai “the root of the tree of life" karena diasosiasikan sebagai tempat membangkitkan energi kehidupan (qi) dan energi seksual (jing). 

Rabu, 01 Januari 2014

Self-Healing


Self-healing adalah suatu proses pengkondisian pikiran, tubuh, dan jiwa menjadi keadaan relaks, tenang, dan positif. Tujuannya adalah untuk menciptakan harmonisasi di dalam tubuh kita agar semua jaringan tubuh bekerja sesuai dengan fungsinya sehingga tubuh menjadi sehat.
Adapun definisi self-healing yang saya ambil dari Wikipedia;

Self-healing is a phrase applied to the process of recovery (generally from psychological disturbances, trauma, etc.), motivated by and directed by the patient, guided often only by instinct. Such a process encounters mixed fortunes due to its amateur nature, although self-motivation is a major asset. The value of self-healing lies in its ability to be tailored to the unique experience and requirements of the individual. The process can be helped and accelerated with introspection techniques such as Meditation.

Senin, 16 Desember 2013

Tenkei Aikidojo Visits Dojo Aikikenkyukai Sunter


Onegai shimasu

 Pada suatu hari di bulan November yang panas dan macet, Tenkei Aikidojo bersama Dojo Mizu mengunjungi Dojo Aikikenkyukai Sunter dalam lanjutan acara “Kunjungan Silaturahmi dan Latihan Bersama”. Dojo Aikikenkyukai Sunter terletak di Jakarta Utara, dekat empang besar yang disebut Danau Sunter. Janjian kumpul di depan Dojo Mayapada jam 6 sore, dengan Senpai Farman, Senpai Anton, dan Dyah. Marcel muncul 35 menit kemudian setelah pulang dari kantor, ganti baju, dandan dulu di kosan. Akhirnya, jam 7 rombongan tiga motor berangkat dari gedung Mayapada menuju Sunter.